peran guru PAI dalam membentuk akhlak bangsa

Pendidikan Agama Islam sangat penting bagi anak didik, dimana pertumbuhan dan perkembangannya sangat memerlukan tuntunan, bimbingan dan dorongan serta pengarahan agar dapat menguasai dan mengamalkan ajaran Islam secara utuh. Dengan proses ini diharapkan tumbuh pribadi muslim yang tangguh, sehingga dapat menjalankan ajaran islam sebagai tugas kehidupannya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Pentingnya pendidikan agama Islam dalam kehidupan anak juga dapat ditinjau dari segi fungsinya, yaitu : “Untuk membentuk manusia pembangunan yang bertaqwa kepada Allah SWT disamping memiliki pengetahuan dan ketrampilan juga memiliki kemampuan mengembangkan diri bermasyarakat serta kemampuan untuk bertingkahlaku berdasarkan norma-norma menurut ajaran agama Islam.”
Dari kutipan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan agama Islam itu mempunyai peranan yang sangat penting di dalam pengembangan kepribadian manusia, baik secara individu maupun secara sosial.
Firman Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 122 :
Artinya : “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalami ilmu pengetahuan agama dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga diri…”
etiap orang Islam itu diwajibkan menuntut ilmu pengetahuan agama Islam, sehingga di dalam menjalankan tugas kehidupan dapat mencapai kehidupan. Di dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah pendidikan agama Islam merupakan kerangka landasan di dalam pembinaan anak didik agar tumbuh dan berkembang menjadi insan kamil, cerdas dan terampil sekaligus bertaqwa kepada Allah SWT.
Dengan demikian akan benar-benar tercipta masyarakat yang adil dan makmur. Di dalam tujuan tersebut, harus ditempuh melalui proses pendidikan dan pengajaran yang penyelenggaraannya benar-benar memikirkan pertumbuhan dan perkembangan anak didik, sehingga apa yang diupayakan oleh guru dalam menanamkan ilmu keagamaan terhadap anak didik dapat berjalan dengan baik.
Dalam ranah pendidikan di Indonesia, pentingnya pendidikan akhlak tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) No. 20 Tahun 2003 Bab II pasal 3 sebagai berikut :
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Berdasarkan dari rumusan pendidikan nasional tersebut, maka dengan demikian tercermin pula tujuan pendidikan agama Islam yang beriman dan bertaqwa, sedangkan pendidikan secara umum diartikan sebagai bimbingan dan asuhan yang diberikan kepada anak didik dalam rangka pertumbuhan jasmani dan rohani untuk mencapai tingkat kedewasaan.
Dari hal-hal tersebut di atas dapat dimengerti bahwa untuk menciptakan aspek jasmani dan rohani yang positif tentunya agama yang sangat memegang peranan penting. Hal ini sesuai dengan pendapat Mahmud Yunus, bahwa : “Pendidikan agama itu mempunyai kedudukan yang tinggi dan paling utama, karena pendidikan menjamin untuk memperbaiki akhlak anak-anak dan mengangkat derajat yang tinggi serta berbahagia dalam hidup dan kehidupannya.
ilmu agama itu perlu dikaji, diketahui, dan dipahami serta diamalkan dengan penuh keyakinan, agar kelak dapat menjadi dasar kepribadian yang baik. Athiyah Al-Abrasy mengemukakan pendapatnya “Pendidikan agama Islam pada hakekatnya bertujuan untuk mendidik budi pekerti dan pendidikan jiwa.
Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa tujuan akhir daripada pendidikan agama Islam bukan berarti hanya mementingkan soal rohaniah semata, namun dari itu ditekankan kepada pendidikan akhlak. Disinilah tugas seorang pendidik/guru sangat memegang peran yang sangat penting, di dalam membentuk sikap dan kepribadian anak didik; hal ini sesuai dengan pendapat Zakiah Daradjat bahwa :
Pendidikan agama itu sangat penting, maka guru agama harus dapat membawa anak didik semua kepada arah pembinaan pribadi yang sehat dan baik, setiap guru harus menyadari bahwa segala pembinaan bagi anak didik, juga yang sangat penting adalah tindakan guru dimana semua perilakunya akan merupakan unsur pembinaan yang tak disadari, disamping pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan dengan oleh guru agama dalam pembinaan anak didik, juga yang sangat menentukan adalah kepribadian guru, sikap, cara hidup, berpakaian, bergaul dan berbicara yang secara tidak langsung hubungannya dengan pengajarannya, namun dalam pendidikan atau pembinaan pribadi hal itu sangatlah berpengaruh.
pendidikan agama Islam adalah merupakan bagian terpenting yang berkenaan dengan aspek sikap dan nilai-nilai yang antara lain akhlak. Karena pendidikan agama memberikan motivasi hidup dan kehidupan, dan juga merupakan alat pengembangan dan pengendalian diri. Dengan demikian akan tercipta manusia yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, juga ditentukan oleh kemampuan guru karena faktor guru/ pendidik sangat menentukan keberhasilan anak dalam pendidikan. Oleh sebab itu pendidik yang telah siap untuk mengajar, dianggap sudah mampu memilih metode mengajar yang serasi untuk dipakai dalam mengajar.
seorang guru itu harus luas pengetahuannya, sehingga tugas yang dibebankan dalam mendidik dapat berhasil dengan baik. Selain guru, orang tua juga mempunyai peranan penting dalam kehidupan anak, sebab orang tua adalah pembina pribadi yang pertama dan utama dalam hidup anak.
Pendidikan agama Islam adalah merupakan bagian terpenting yang berkenaan dengan aspek sikap dan nilai-nilai antara lain akhlak, karena pendidikan agama memberikan motivasi hidup dan kehidupan, dan juga merupakan alat pengembangan dan pengendalian diri untuk terciptanya manusia sebagaimana diharapkan.
Peranan guru dalam proses pembinaan sangat berperan untuk mencapai tujuan pembelajaran di sekolah. Tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam diantaranya adalah menjadi manusia yang berakhlak mulia, sesuai dengan tutunan dan ajaran agama.
Mengingat setiap guru memiliki kepribadian, kemampuan profesional, dedikasi dan tanggungjawab yang semuanya merupakan esensi dalam proses pendidikan. Esensi sebuah lembaga pendidikan adalah kualitas pembinaan yang diciptakan oleh guru yang profesional. Dalam konteks inilah peranan pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa dikaji secara ilmiah.
Secara konseptual proses pembentukan akhlak merupakan bagian tak terpisahkan dari kurikulum. Oleh karena itu, kurikulum yang baik harus terdapat dalam proses pembinaan. Atas dasar itu proses pendidikan agama Islam mencakup perencanaan, pelaksanaan dan penilaian dan metode bimbingan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa menjadi manusia yang berakhlak mulia.
Secara lebih luas, proses pembentukan akhlak siswa ditentukan oleh variabel yang lebih luas seperti peranan orang tua di rumah, lingkungan sosial, lingkungan pergaulan, media, dan secara internal kurikulum pendidikan itu sendiri.
Disini, peran guru sangat menentukan dalam keberhasilan siswa menjadi manusia uyang berakhlak mulia melalui proses pembelajaran di dalam kelas dan proses bimbingan di luar kelas dengan menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, perhatian dan nasehat. Selain itu, keberhasilan pembentukan akhlak siswa di sekolah harus didukung pula oleh lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
pembentukan akhlak siswa di sekolah merupakan serangkaan proses yang berlangsung dalam proses belajar mengajar dan pengaruh lingkungan internal dan eksternal. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam Gambar 1 pada halaman berikut.
Dari gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa Proses pembelajaran dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor lingkungan di luar kelas dan lingkungan dalam kelas yang meliputi guru, sarana, kurikulum, dan kegiatan di dalam dan di luar kelas. Dari dua faktor tersebut yang berinteraksi dalam proses pembelajaran menghasilkan output. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk pembentukan akhlak siswa faktor-faktor input diluar kelas (luar sekolah) atau faktor lingkungan berpengaruh terhadap keberhasilan dari tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Dalam pembentukan akhlak siswa menjadi manusia yang berakhlak mulia, variabel yang mempengaruhinya adalah kurikulum, guru, sarana, kegiatan di dalam dan di luar kelas. Disamping itu, dipengaruhi oleh lingkungan dimana siswa tinggal. Dalam penelitian ini penulis meneliti faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa.

About faridacantik

imut
This entry was posted in Tak Berkategori and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s